Tetapkan Rp 6,49 Triliun Belanja Daerah TA 2026, Pemkab Bojonegoro Optimis Dorong Pemerataan Pembangunan

PFnT93pBizwRWmvS

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menetapkan pagu belanja APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 6,49 triliun. Angka ini merupakan hasil penyesuaian postur belanja setelah melalui proses evaluasi Gubernur Jawa Timur terhadap Raperda APBD TA 2026.

Meskipun terdapat penyesuaian akibat penurunan pendapatan dari dana transfer pemerintah pusat, Pemkab Bojonegoro berkomitmen penuh agar pelayanan dasar masyarakat tidak terganggu.

Kepala Bidang Akuntansi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, Anie Susanti, menegaskan bahwa kepentingan publik tetap menjadi fokus utama di tengah dinamika anggaran.

“Meski pendapatan transfer mengalami penurunan, kami pastikan program-program daerah dan pelayanan dasar yang menyasar langsung ke masyarakat tetap berjalan maksimal,” ungkap Anie, Rabu (7/1/2026).

Sebagai bukti keberpihakan pada rakyat, Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran untuk sektor-sektor krusial jauh melampaui ketentuan minimal (mandatory spending) yang ditetapkan pemerintah pusat.

Berdasarkan data BPKAD Kabupaten Bojonegoro, belanja sektor Kesehatan dari kewajiban minimal Rp 533 miliar (10%), Kabupaten Bojonegoro justru mengalokasikan Rp 1,26 triliun (di luar gaji ASN). Terdapat penambahan signifikan sebesar Rp 727 miliar untuk memastikan akses kesehatan warga Bojonegoro tetap terjamin.

Pada sektor pendidikan sebagai komitmen memajukan kualitas SDM di Kabupaten Bojonegoro ditunjukkan dengan alokasi sebesar Rp 2,38 triliun (36,63%). Angka ini naik Rp 1,09 triliun dari batas minimal yang seharusnya hanya Rp 1,29 triliun.

Sedangkan sektor infrastruktur, untuk menunjang mobilitas dan ekonomi, anggaran infrastruktur dipatok sebesar Rp 2,35 triliun (43,95% dari belanja daerah setelah dikurangi belanja transfer). Angka ini lebih tinggi Rp 210 miliar dari kewajiban minimal sebesar Rp 2,14 triliun (40%).

“Sektor kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dalam pelayanan publik tetap menjadi prioritas demi mendukung produktivitas masyarakat,” katanya.

Dengan postur belanja APBD Kabupaten Bojonegoro T.A 2026 sebesar Rp 6,49 triliun ini, Pemkab Bojonegoro optimis dapat terus mendorong pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah kabupaten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9a0cac90 fa7c 4f85 a68f 11a8b8f44522 Sedang
F050db17 edca 456a 9432 0ac452600e00 Sedang
E02cc573 b24f 4b5b 8c13 13bdf5e75487 Sedang
Dc867828 0193 4a46 8901 da7c7ef02422 Sedang