Pemkab Bojonegoro Kucurkan Rp 36,3 Miliar untuk Bangun 65 Jembatan di 2026

CTaxBHPYcjgPufmI~2

Bojonegoro – Pemerataan konektivitas antar wilayah masih menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang menganggarkan pekerjaan jembatan senilai Rp 36,3 miliar untuk 65 paket pekerjaan selama 2026.

Pada bidang jembatan ini, ada tiga kegiatan penanganan. Meliputi pelebaran, penggantian, dan rehabilitasi jembatan pada ruas-ruas jalan kabupaten.

Untuk pelebaran jembatan, ada 35 paket pekerjaan dengan total anggaran sebesar Rp 11,53 miliar mencakup 15 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Bojonegoro, Temayang, Dander, Baureno, Balen, Tambakrejo, Trucuk, Sekar, Ngraho, Ngasem, Kapas, Kedewan, Sugihwaras, Margomulyo, dan Kanor.

Sedangkan 15 paket pekerjaan lainnya untuk penggantian jembatan. Total anggaran sebesar Rp 20,52 miliar. Mencakup 10 kecamatan meliputi Kecamatan Balen, Dander, Kapas, Kedungadem, Kepohbaru, Kasiman, Malo, Ngraho, Purwosari, dan Sugihwaras.

Untuk rehabilitasi jembatan telah menganggarkan 15 paket pekerjaan sebesar Rp 4,24 miliar. Meliputi 10 kecamatan di antaranya Kecamatan Baureno, Balen, Dander, Kapas, Kalitidu, Kedewan, Margomulyo, Ngasem, Temayang, dan Tambakrejo.

Dengan pembangunan jembatan untuk konektivitas antar wilayah ini berdampak multiplier effect seperti mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, memangkas biaya logistik, hingga memudahkan akses pendidikan dan kesehatan.

“Saat ini masuk proses konstruksi,” jelas Kepala Dinas PU BM PR Kabupaten Bojonegoro Ivan Chusaifi, Kamis (23/7/2026).

Masing-masing penanganan jembatan juga memiliki fungsi berbeda. Fungsi pelebaran jembatan untuk meningkatkan kapasitas lalu lintas, keamanan dan kenyamanan jembatan agar dapat melayani kebutuhan lalu lintas yang terus berkembang.

Fungsi penggantian jembatan adalah untuk menyediakan infrastruktur pengganti yang mantap dan mengurangi risiko runtuh akibat usia bangunan konstruksi yang sudah tua, beban berlebih atau kerusakan struktural yang sangat tinggi.

Sedangkan fungsi rehabilitasi jembatan untuk mengembalikan jembatan ke kondisi aman dan fungsional dari kerusakan struktural rendah hingga sedang serta menambah kapasitas beban agar sesuai dengan kebutuhan lalu lintas modern tanpa melakukan penggantian jembatan.

Diharapkan dengan adanya kegiatan penanganan jembatan, semakin memperlancar mobilitas, menggerakkan roda perekonomian secara aman, efisien dan merata hingga ke pelosok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9a0cac90 fa7c 4f85 a68f 11a8b8f44522 Sedang
F050db17 edca 456a 9432 0ac452600e00 Sedang
E02cc573 b24f 4b5b 8c13 13bdf5e75487 Sedang
Dc867828 0193 4a46 8901 da7c7ef02422 Sedang