Bahas Tantangan Hukum dan Keberlanjutan Bisnis Media di Era Disrupsi Digital, SMSI Jatim Gelar Seminar Nasional

1000102524 11zon

SIDOARJO – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Jawa Timur menggelar Seminar Nasional bertajuk “Digitalisasi Media Pers: Tantangan Patuh Hukum dan Keberlanjutan Bisnis di Era Disrupsi Digital” di Auditorium Ahmad Dahlan lantai 5, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Kamis (23/6/2026).

Seminar ini menjadi forum strategis untuk membedah dinamika industri media siber yang kini dihadapkan pada tekanan transformasi digital, perubahan pola konsumsi informasi, hingga tuntutan kepatuhan hukum di tengah persaingan platform digital global.

Kegiatan nampak dihadiri Ketua SMSI Pusat, jajaran pengurus SMSI se-Jawa Timur, Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dosen Fakultas Hukum Umsida, serta ratusan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan Fakultas Hukum Umsida.

Dalam forum itu, Molly Prabawaty, Staf Ahli Komdigi RI memaparkan bahwa kemajuan teknologi telah membawa perubahan besar dalam ekosistem industri media. Digitalisasi disebut bukan sekadar soal percepatan distribusi informasi, tetapi juga menyangkut kompleksitas model bisnis, kredibilitas konten, dan perlindungan hukum bagi perusahaan pers.

“Transformasi digital telah mengubah pola konsumsi masyarakat. Media harus mampu beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip dasar jurnalistik, yakni akurasi, verifikasi, dan tanggung jawab,” paparnya.
Firdaus, Ketua SMSI Pusat dalam kesempatan itu menegaskan bahwa media siber nasional harus mampu menjaga keseimbangan antara inovasi digital dan kepatuhan terhadap regulasi.

“Tantangan terbesar saat ini adalah menjaga keberlanjutan bisnis media di tengah dominasi platform digital yang menguasai distribusi dan monetisasi konten,” terangnya.

Dirinya menilai, penguatan kelembagaan pers menjadi penting agar media tetap memiliki posisi tawar yang kuat, baik dalam aspek ekonomi maupun perlindungan hukum.

Sementara itu, Riyadh, PhD akademisi dari Umsida menyoroti pentingnya literasi hukum bagi pelaku media, terutama dalam menghadapi persoalan etik, sengketa pemberitaan, hingga ancaman disinformasi yang semakin marak di ruang digital.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang
seminar berlangsung. Ratusan mahasiswa aktif mengikuti jalannya diskusi, bahkan terlibat dalam sesi tanya jawab yang membahas masa depan media pers di tengah era disrupsi teknologi.

Seminar nasional ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara organisasi media, pemerintah, akademisi, dan generasi muda untuk merumuskan strategi memperkuat ekosistem pers nasional yang sehat, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi supremasi hukum dan etika jurnalistik.

Seminar juga menjadi ajang launching Media Agregator SMSI Jatim yang diharapkan menjadi penguat mesin pencarian terintegrasi bagi platform media yang tergabung dalam SMSI Jawa Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9a0cac90 fa7c 4f85 a68f 11a8b8f44522 Sedang
F050db17 edca 456a 9432 0ac452600e00 Sedang
E02cc573 b24f 4b5b 8c13 13bdf5e75487 Sedang
Dc867828 0193 4a46 8901 da7c7ef02422 Sedang