Langkah Mitigasi Pertanian Wilayah Purwosari dan Sekitarnya, Pemkab Bojonegoro Normalisasi Kali jambe

1000139678 11zon

Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) terus memperkuat upaya mitigasi kekeringan dengan melaksanakan normalisasi Kali jambe dan saluran afvoer di wilayah Kecamatan Purwosari. Ini menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama saat musim kemarau.

Kecamatan Purwosari merupakan salah satu kawasan penyangga produksi pertanian di wilayah barat Kabupaten Bojonegoro dengan total produksi mencapai sekitar 14.185 ton. Namun, pada musim kemarau seperti saat ini, kebutuhan air irigasi menjadi tantangan besar karena hampir tidak ada curah hujan.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Pertanian, wilayah Kecamatan Purwosari tidak memiliki cekungan air tanah (CAT). Kondisi tersebut menyebabkan sumber pengairan pertanian hanya mengandalkan aliran Kali Gandong dan air hujan.

Saat musim kemarau dengan debit sungai yang menurun, pelaksanaan normalisasi dinilai menjadi waktu yang tepat. Pengerukan sedimentasi di dasar sungai dan saluran avoer dan kali jambe yang merupakan anak sungai Kali Gandong diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung dan memperlancar aliran air ketika musim hujan tiba, sehingga pasokan air irigasi dapat menjangkau lahan pertanian secara lebih optimal.

Sejumlah desa yang selama ini menjadi daerah rawan kekeringan di antaranya Desa Donan, Kuniran, Tinumpuk, dan Kaliombo diharapkan dapat merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PU SDA yang telah melaksanakan normalisasi avoer, dan Kali Gandong dan Kali Jambe di Kecamatan Purwosari,” kata Camat Purwosari, Ike Widyaningrum.

Menurutnya, pengerukan sedimen akan memperlancar aliran air sehingga daya tampung sungai meningkat ketika musim hujan datang. Dampaknya, distribusi air ke lahan pertanian menjadi lebih optimal dan mampu mengurangi risiko kekeringan di sejumlah desa.

“Harapan kami, normalisasi ini menjadi investasi jangka panjang bagi sektor pertanian. Ketika musim hujan tiba, air dapat mengalir lebih lancar menuju areal persawahan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan di Kecamatan Purwosari semakin kuat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9a0cac90 fa7c 4f85 a68f 11a8b8f44522 Sedang
F050db17 edca 456a 9432 0ac452600e00 Sedang
E02cc573 b24f 4b5b 8c13 13bdf5e75487 Sedang
Dc867828 0193 4a46 8901 da7c7ef02422 Sedang