BOJONEGORO – Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Kabupaten Bojonegoro terus bergerak secara masif. Pada hari Rabu (24/6/2026), giliran Rumah Dinas Bupati Bojonegoro yang didatangi oleh tim pendataan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro.
Kedatangan para petugas sensus yang mengenakan atribut resmi dan kartu identitas ber-QR Code ini disambut langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, didampingi oleh Ibu Cantika Wahono.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Setyo Wahono meminta kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Bojonegoro untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan oleh BPS.
“sensus ini merupakan bagian dari potret daerah yang menjadi solusi untuk mengatur arah kebijakan Bojonegoro ke depan,” ungkap Bupati.
Setyo Wahono juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menyampaikan data apa adanya terkait Sensus Ekonomi 2026. Ia menegaskan bahwa data ini tidak terkoneksi ke mana pun, karena penggunaannya murni sebagai dasar pondasi untuk membuat kebijakan pemerintah daerah hingga pemerintah pusat.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, menjelaskan bahwa sebanyak 1.479 petugas akan mendatangi masyarakat secara door-to-door, baik ke rumah tinggal maupun tempat kegiatan usaha. Ia berharap petugas diterima dengan baik karena pendataan ini tidak berkaitan dengan hal lain, melainkan sebagai dasar mendapatkan data ekonomi yang lebih baik untuk pembuatan kebijakan ke depan.
“Tujuannya adalah untuk melihat apakah struktur ekonominya masih sama atau sudah berbeda dibanding ekonomi 10 tahun yang lalu,” jelasnya.
Ia menambahkan, metode yang digunakan untuk pendataan adalah sensus dengan menggunakan aplikasi Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) lewat handphone, sehingga tidak lagi menggunakan kuesioner kertas.
“Akan tetapi, petugas di lapangan tetap memiliki catatan untuk beberapa hal yang perlu menjadi catatan,” tambahnya.














