Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Pemkab Bojonegoro Ajak Warga Aktif Manfaatkan Program CKG

IMG

Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro mengajak seluruh masyarakat untuk terus memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut sebagai langkah nyata deteksi dini penyakit dan upaya meningkatkan kualitas kesehatan warga.

Ajakan itu salah satunya disampaikan dalam program siar SAPA! (Selamat Pagi) Bojonegoro dengan mengangkat tema “Yuk CKG! Cek Kesehatan Setahun Sekali, Berarti Sekali” pada Jumat (24/04/2026). Siaran yang dipandu oleh host Lia Yunita ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Ninik Susmiati, dan Kepala Puskesmas Kedungadem dr. Aulia Mustika Devi.

Dalam pemaparannya, Ninik Susmiati menjelaskan bahwa CKG merupakan program strategis untuk mendeteksi penyakit lebih awal sehingga dapat menekan biaya kesehatan di masa mendatang. Selain pemeriksaan fisik, CKG juga dilengkapi dengan skrining kebiasaan masyarakat seperti pola aktivitas dan perilaku merokok guna mengetahui risiko kesehatan secara menyeluruh.

Ia menyampaikan, tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan CKG secara menyeluruh mulai dari bayi baru lahir hingga lansia. Dinas Kesehatan menargetkan minimal 46 persen masyarakat Bojonegoro mengikuti pemeriksaan kesehatan pada 2026. Sementara capaian tahun 2025 mencapai 40,3 persen atau sekitar 53.500 jiwa, yang menempatkan Bojonegoro pada peringkat kedua di Jawa Timur. Selain itu, setiap puskesmas ditargetkan mampu melakukan skrining minimal 55 persen penduduk di wilayahnya.

Lebih lanjut, Ninik menegaskan bahwa program CKG menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk dalam penanganan stunting dan pemberantasan TBC.

Sementara itu, dr. Aulia Mustika Devi menjelaskan bahwa layanan CKG diberikan berdasarkan kelompok usia. Pada bayi baru lahir dilakukan skrining penyakit bawaan seperti gangguan hormon tiroid, kelainan darah, dan kelainan jantung. “Pada balita dan anak-anak dilakukan pemantauan pertumbuhan untuk mendeteksi stunting serta skrining potensi TBC, obesitas, dan gula darah,” katanya.

Ia menambahkan, pada remaja dilakukan pemeriksaan tambahan seperti hemoglobin (Hb) untuk mendeteksi anemia serta pemeriksaan gula darah. Sedangkan pada kelompok dewasa, pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, serta skrining khusus bagi perempuan seperti IVA dan HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks, termasuk pemeriksaan kanker payudara dan anemia.

Selain itu, bagi calon pengantin perempuan juga tersedia paket pemeriksaan kesehatan reproduksi, termasuk skrining HIV, sifilis, dan penyakit menular lainnya sebagai bagian dari layanan CKG.

Pelaksanaan program CKG dilakukan secara aktif dan pasif. Puskesmas tidak hanya melayani masyarakat yang datang, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk menjangkau warga, terutama di wilayah pelosok.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Dengan deteksi dini, risiko penyakit dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan kualitas kesehatan masyarakat Bojonegoro terus meningkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9a0cac90 fa7c 4f85 a68f 11a8b8f44522 Sedang
F050db17 edca 456a 9432 0ac452600e00 Sedang
E02cc573 b24f 4b5b 8c13 13bdf5e75487 Sedang
Dc867828 0193 4a46 8901 da7c7ef02422 Sedang